Operations overview
Start with the work that needs a decision.
Prioritas hari ini adalah mengendalikan 12 tiket aktif, tiga risiko SLA, dan dua event yang menunggu triage.
Ticket load, 7 hari terakhir
Volume tiket yang dibuka per hari dan status risiko SLA.
Ticket operations
Queue yang bisa dipilah, bukan sekadar daftar.
Prioritaskan berdasarkan severity, owner, tenant, dan waktu SLA yang tersisa.
| Ticket | Tenant / layanan | Severity | Status | Assignee | SLA tersisa |
|---|---|---|---|---|---|
| IPM-2026-00418Link FO Metro Cilegon down | PT KADIN Indonesia | P1 | In progress | ARNT | 00:07:42 |
| IPM-2026-00411Packet loss tenant KADIN | PT KADIN Indonesia | P2 | Escalated | NT | 00:42:18 |
| IPM-2026-00406Mailbox monitoring tidak terkoneksi | Internal IPM | P2 | Open | Belum diassign | 01:12:05 |
| IPM-2026-00402Degradasi throughput VPN cabang | PT Artha Prima | P3 | In progress | DS | 18:22:11 |
| IPM-2026-00398Upgrade firmware access point | Internal IPM | P3 | In progress | AR | 21:44:28 |
Ticket workspace
Satu konteks yang jelas untuk setiap keputusan.
Detail tiket, riwayat tindakan, owner, dan risiko SLA ada dalam satu workspace.
Link FO Metro Cilegon down
PT KADIN Indonesia · Connectivity / FO Metro
Ringkasan insiden
Teridentifikasi loss of signal pada backbone FO Metro Cilegon. Event pertama diterima dari SNMP trap, kemudian dikonfirmasi oleh operator NOC melalui monitoring panel. Tim lapangan telah dihubungi untuk pengecekan jalur dan perangkat agregasi.
Activity timeline
- Ardi Ramadhan mengonfirmasi dispatch ke lokasi
Tim field dihubungi dan estimasi pengecekan perangkat agregasi diterima.
- SLA warning dikirim kepada supervisor NOC
Resolution timer memasuki 80%. Notifikasi email dan WhatsApp utility template diproses.
- Tiket diassign ke Network Operations
Routing dilakukan menggunakan rule domain Connectivity dan severity P1.
- Event diterima dan tiket dibuat otomatis
Trap LOS-CRITICAL dari source SNMP-NOC-01 dinormalisasi ke format internal.
Policy control
SLA yang bisa dijelaskan, diaudit, dan diubah terkontrol.
Atur response dan resolution target menurut severity, layanan, serta kalender operasional.
SLA matrix, KADIN FO Metro
Kalender: 24 x 7 · Timezone: Asia/Jakarta
| Severity | Response | Resolution | Warning | Escalation |
|---|---|---|---|---|
| P1 Critical | 15 menit | 60 menit | 80% | Supervisor + WA/SMS |
| P2 Major | 1 jam | 4 jam | 75% | Supervisor + Email |
| P3 Minor | 4 jam | 24 jam | 80% | Queue lead |
Operational intelligence
Reporting yang mengurangi kerja manual.
Laporan periodik dibangun dari data operasional yang sama, tanpa rekap ulang di spreadsheet.
SLA compliance by tenant
Rolling 30 hari
Scheduled reports
Distribusi otomatis
- Daily NOC SummarySetiap hari, 07:00 WIB · Email ke NOC leadActive
- Monthly SLA ComplianceHari ke-1 · Tenant manager dan executiveActive
- Engineer ProductivitySetiap Senin · Supervisor internalDraft
Organization control
Data klien terpisah, operasi tetap terkendali.
Setiap organisasi memiliki user, SLA, service catalog, dan dashboard yang tersegmentasi.
Integration control
Event masuk terukur, notifikasi tetap dapat diandalkan.
Fase 1 memprioritaskan email dan satu sumber SNMP, dengan adapter channel komunikasi yang siap diaktifkan.
Platform configuration
Kelola akses, workflow, dan guardrail operasional.
Pengaturan sensitif dipisahkan dari workflow harian dan tercatat pada audit trail.
Roles & access
Fase 1 role model